Berpikirlah, Karena Anda Masih Hidup

Berpikirlah...Berpikir adalah sesuatu hal yang selalu kita lakukan. Setiap saat kita selalu berpikir tentang apa saja yang kita pikirkan. Kita berpikir tentang diri kita, cita-cita kita, kebutuhan kita, kesenangan kita, keluarga kita, anak-anak kita, masa depan kita, jabatan kita, dan banyak lagi yang kita pikirkan yang hanya kita sendiri yang tahu. Semua yang kita pikirkan rata-rata masalah dunia, masalah kehidupan dunia, jarang kita berpikir tentang masalah akhirat. Kadang kita bisa berpikir masalah akhirat setelah Allah membelai kita atau menegur kita dengan ujian-Nya, yang kadang ujian itu pun tidak membuat kita sadar, yang ada hanya beban berat yang kita hadapi dan frustrasi akhirnya.

Berpikir adalah bagian dari kehidupan kita, dan bisa jadi sebagai tanda dari kehidupan kita. Kita bisa dikatakan masih hidup ketika kita masih bisa berpikir. Kita akan mendapatkan ilmu pengetahuan, wawasan kita luas, sampai bisa menembus langit sekalipun itu semua karena hasil dari berpikir. Dunia dan akhirat akan kita dapatkan dengan berpikir. Barang siapa menginginkan dunia harus dengan ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat harus dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan dunia dan akhirat juga harus dengan ilmu, dan ilmu itu kita dapat dari hasil berpikir. Banyak sinyalemen-sinyalemen yang Allah berikan kepada kita semua untuk kita pikirkan, karena sinyalemen yang Allah berikan itu merupakan hudan atau petunjuk bagi kita semua didalam menempuh perjalanan hidup ini.

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad (38): 29)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah (2): 164)

Sinyalemen-sinyalemen yang Allah berikan kepada kita itu terdapat dalam Al-Qur’an dan juga di alam semesta ini, yang semuanya harus kita pikirkan untuk menghasilkan ilmu, sehingga kita akan semakin mengerti sedalam yang kita pahami. Dan perlu kita pahami pula bahwa, diantara tanda-tanda kebahagiaan dan keberhasilan itu adalah semakin ilmu itu bertambah maka akan bertambah pula kerendahan hati dan rasa belas kasihnya. Seperti mutiara yang mahal, semakin nilainya bertambah besar maka semakin dalam tempatnya di dasar laut. Dan, orang yang bijaksana akan menyadari bahwa ilmu itu adalah anugerah, yang dengan itu Allah mengujinya. Jika ia mensyukurinya dengan sebaik-baiknya maka Allah akan mengangkat derajatnya.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah (58): 11)

Ada sebuah nasihat dari jumhur ulama yang tercatat dalam kitabnya Ibnu Hajar Al-Asqalani yang berjudul “Nashaihul Ibad” di halaman ke 164 Makalah ke lima belas, yang bisa dipakai sebagai rujukan dalam berpikir.

Jumhur Ulama mengatakan, sesungguhnya berpikir itu dalam 5 hal, yaitu :

1. Berpikir mengenai tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah, sehingga lahir tauhid dan keyakinan kepada Allah.

2. Berpikir mengenai kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah berikan, sehingga lahir rasa cinta dan syukur kepada Allah.

3. Berpikir tentang janji-janji Allah, sehingga lahir rasa cinta kepada akhirat.

4. Berpikir tentang ancaman Allah, sehingga lahir rasa takut kepada Allah.

5. Berpikirlah tentang sejauh mana ketaatannya kepada Allah, padahal Allah selalu berbuat baik kepadanya, sehingga lahir kegairahan dalam beribadah.

Dan sebagian ulama ahli makrifat mengatakan, “Berpikir itu bagaikan pelita hati, apabila daya berpikir itu hilang, maka hilanglah cahaya baginya.”

Maka, berpikirlah, karena dengan berpikir kita bisa keluar dari segala sesuatu yang membingungkan. Wallahu A’lam.

Sumber : http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&cat=8&id=7645

Edisi Cetak : No. 18/Thn-8/2008, 15  Shafar  1429 H

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: