Ketenangan Orang-Orang yang Beriman

Foto by Khairul RM100Di dalam kehidupan ini kita akan banyak menemui bermacam-macam permasalahan, kesulitan dan cobaan. Hal-hal yang kita alami tersebut kadangkala datang dari lingkungan sekitar tempat tinggal, lingkungan perkejaan, keluarga dll. Untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan itu semua tentu dibutuhkan suatu sikap yang tenang agar segala sesuatunya dapat terselesaikan dan berjalan dengan baik sehingga tidak menzholimi orang lain.

Ternyata, permasalahan dan cobaan ini juga merupakan ujian yang datangnya dari Allah sebagai Penguji keimanan bagi hamba-hambaNya. Firman Allah dalam suroh Al Ankabut ayat 2 & 3 yang artinya:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?.” “Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta”.

Keberimanan seseorang tidak hanya sekedar lips service (pemanis bibir) tetapi bukti nyata juga dibutuhkan, dengan cara berbagai sikap untuk mengatasi permasalahan yang ada di sekitar kita, apakah sesuai dengan ketentuan Allah atau malah sebaliknya dalam penyelesaian masalah tersebut kita melanggar segala perintah-Nya.

Kita juga bisa melihat kisah perjalanan para salafus sholih dalam menghadapi berbagai persoalan hidup di sekitar mereka, ada yang harus ditinggalkan keluarganya, kehilangan harta benda, dipenjara bahkan kehilangan nyawa, namun mereka tetap tenang dan sabar dalam menjalaninya, sehingga tidak menjauhkan diri mereka dari Sang Pencipta, Penggenggam segala jiwa.

Agar ketenangan tersebut menjadi milik kita, maka ada beberapa hal yang harus kita tanamkan pada diri yaitu:

1. Yakin dengan kebenaran Allah tanpa ada keraguan lagi.

Kita harus yakin bahwa segala sesuatu di bumi ini adalah milik Allah, tidak ada kekuatan selain kekuatan dan mutlak kekuasaan Allah semata, dan segala persoalan yang ada pasti Allah akan memberikan jalan keluarnya. Allah akan memberikan rezki dari arah yang tak terduga dan Allah akan memberikan jalan keluar bagi orang-orang yang bertaqwa. Ingat !!! Janji Allah pasti, tiada keraguan lagi. Allah maha menepati janji, jadi hanya kepadaNya-lah kita meminta dan memohon perlindungan.

2. Ikhlas dan Sabar

Keikhlasan dan kesabaran kita dalam menjalani kehidupan ini, baik susah maupun senang akan sangat membantu jiwa kita menghadirkan ketenangan dalam menyelesaikan persoalan hidup. Maka jadikanlah sabar dan sholat itu sebagai penolongmu (Al Baqoroh ayat 45). Insya Allah dengan keikhlasan dan kesabaran akan memudahkan kita menapaki kehidupan ini.

3. Akhlak yang baik

Akhlak yang baik juga sangat membantu kita menghadapi persoalan yang berkaitan dengan orang lain, misalnya tetangga, keluarga dan rekan kerja. Karena akhlak yang baik merupakan cerminan baiknya keimanan seseorang. Jadi, lemah-lembutlah bertutur kata, jauhi sikap menyakiti orang lain, hormatilah yang tua dan sayangi yang muda, hargailah setiap orang dan letakkan setiap orang pada tempatnya, rendahkan hati dan jauhi kesombongan dalam bersikap dan bertutur kata, balaslah keburukan dengan kebaikan, insya Allah Anda akan disayangi, dihargai setiap orang bahkan lawan pun akan menjadi kawan. Itulah yang diajarkan oleh Islam.

4. Mau melaksanakan amanah dan Allah, Rosul serta manusia – manusia beriman.

Mau melaksanakan semua perintah Allah dan RosulNya membuktikan kita adalah orang yang amanah dalam mengemban ajaran yang dibawa oleh Rosulullah saw. Serta melaksanakan amanah dari pemimpin / orang-orang beriman bukti sikap loyal kita pada ajaran Islam. Begitu banyak ayat-ayat yang mengatakan “Taatilah Allah dan Rosulnya dan ulil amri diantara kamu….” (An Nisa ayat 59).

5. Amal sholih

Mau melakukan segala perbuatan baik merupakan amal sholih kita, walau sekecil apapun.
Orang-orang yang beriman dan beramal sholeh akan mendapatkan ampunan dari Allah sehingga keridhoan Allah menyertainya hingga akhirnya mendapatkan balasan syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya (An Nisa ayat 57).

Hal – hal inilah yang harus kita jadikan motivasi kuat dalam beraktivitas dan menjalani sisa-sisa waktu kita yang masih Allah berikan dengan sebaik-baiknya agar ketenangan orang-orang beriman selalu mewarnai diri dan setiap langkah kaki kita. Amin

“Teruslah berjuang sampai akhir hayat, hingga kita kembali ke dalam
pangkuanNya”
Oleh : Jamaliah Ismail
Guru Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Ihya
Tanjung Gading

[Edisi cetak No.17/Thn-8/2008 – 1 Syafar 1429H]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: